Beranda > 04. Artikel > SDN 14 Tolinggula: Dari Bilik Bambu Ke Dinding Batu

SDN 14 Tolinggula: Dari Bilik Bambu Ke Dinding Batu


Dari atap rumbia ke atap seng

Dari dinding bulu ke dinding pasangan bata

Dari lantai tanah ke lantai keramik

Kami belajar untuk masa depan yang sejahtera

Semoga diantara kami ada menjadi pemimpin

Terimakasih PNPM

(Siswa-siswi SDN 14 Tolinggula)

imageimage

Wajah-wajah polos, lugu, ceria dari puluhan siswa membuat kami tidak pernah bosan untuk mengambil foto mereka. Tertawa, bercanda dan saling menggoda. Tanpa malu-malu berlomba-lomba meminta kepada kami untuk terus mengambil foto. Berbagai posisi dan gaya mereka tampilkan.

PNPM MPd, Gorontalo,- Semua bermula dari sekolah yang hanya merupakan ‘Kelas Jauh’ dari sekolah dasar desa tetangga. Beratapkan rumbia, berdinding bambu, dan beralaskan tanah, kegiatan belajar mengajar tetap dijalankan dengan penuh suka cita. Sebagaimana yang disampaikan para orang tua murid, daripada menyekolahkan anak-anak mereka di desa tetangga yang memang cukup jauh letaknya untuk ukuran anak-anak, mereka tetap lebih memilih untuk menyekolahkan anak-anak mereka di Kelas Jauh tersebut yang dekat dengan rumah.

imageimage

Siswa kelas 5 dan 6 masih menempati ruang belajar yang lama

Sekolah kelas jauh ini terletak di dusun Durian desa Tolinggula Tengah, Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara. Sebuah wilayah di ujung barat provinsi Gorontalo, berbatasan dengan Kabupaten Buol Provinsi Sulawesi Tengah. Wilayah ini berada di pesisir utara berdampingan dengan laut Sulawesi. Dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor melalui jalan Trans Sulawesi dari Kwandang sekitar 3 – 4 Jam.

Melalui bantuan pendanaan dari PNPM MPd TA 2014 maka diusulkan kegiatan pembangunan 3 unit Ruang Kelas Belajar (RKB), dengan volume 23 x 7,2 meter. Pembangunan RKB ini menelan biaya sebesar Rp. 259.102.000,- dengan swadaya masyarakat sejumlah Rp. 787.500,- Pembangunan ini dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat desa Tolinggula Tengah.

DSC03228-vert

Ruangan kelas yang baru memotivasi para siswa untuk belajar lebih giat lagi

Sebagaimana yang disampaikan oleh tim UPK Kecamatan Tolinggula, usulan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan akan minimnya sarana prasarana belajar di Kelas Jauh tersebut. Sebelumnya para siswa dan guru dalam proses belajar mengajar hanya menumpang pada salah satu bangunan sederhana dan darurat milik desa yang terletak di dusun Durian. Walaupun kondisinya terbatas, tapi tidak menghalangi para siswa dan guru untuk tetap semangat dalam belajar mengajar. Namun tentunya langsung maupun tidak langsung kondisi tersebut berpengaruh pada kualitas hasil dari proses belajar mengajar. Dengan berdasarkan kondisi tersebut akhirnya di tahun 2014 ini masyarakat mengusulkan untuk pembangunan RKB yang lebih memadai melalui PNPM MPd. Akhirnya memang usulan ini dapat lolos verifikasi dan berhak mendapat pendanaan dari PNPM.

imageimage

Siswa kelas 1, 2, dan 3 menempati ruang kelas belajar yang baru.

Dengan terdanainya usulan di atas amat disambut gembira oleh masyarakat, khususnya kaum ibu di desa tersebut. Mereka yang memang dari awal terlibat dalam proses perencanaan seperti aktif mengikuti musyawarah atau pertemuan, dalam pelaksanaannya pun secara antusias turut serta kerja bakti bersama kaum bapak dalam pembangunan RKB tersebut. Selain itu mereka bersedia untuk secara swadaya menyumbang tambahan bahan bangunan seperti semen, bata, pasir, dan bambu. Dengan adanya BLM dari PNPM ini mereka berharap kegiatan belajar mengajar akan berlangsung semakin lancar dan optimal sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Saat ini jumlah murid yang sekolah ada 44 siswa dengan  tenaga pengajar sebanyak 6 orang, termasuk Kepala Sekolah.

Walaupun kegiatan pembangunan RKB ini sudah selesai dan diserahterimakan, namun Kepala Sekolah berharap agar di tahun mendatang tetap ada bantuan untuk tambahan RKB yang baru. Mengingat bangunan baru dari PNPM hanya dapat digunakan untuk kelas 1, 2, dan 3. Sedangkan untuk kelas 4, 5, dan 6 masih menempati ruangan yang lama termasuk ruangan pondok bambu untuk kelas 5 dan 6. Selain itu sesuai dengan kondisi yang ada di desa Tolinggula Tengah, pada tahun-tahun mendatang akan lebih banyak lagi anak-anak yang bersekolah di tempat tersebut. Tentunya ini semua membutuhkan prasarana sarana belajar yang mendukung kondisi itu. Semoga! (Unit KIE/DRogi)

 

image

“Capaian lain yang membanggakan adalah setelah proses serah terima dilakukan pada bulan September 2014, status sekolah dari hanya ‘kelas jauh’ akhirnya meningkat menjadi sekolah negeri yang mandiri. Sesuai dengan nomenklatur yang diberikan oleh Dinas Pendidikan, resmi menjadi SDN 14 Tolinggula”.

Kategori:04. Artikel
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: