Beranda > 04. Artikel > Desa Ulobua: “Berusaha Melawan Tengkulak Bersenjatakan Jemuran”

Desa Ulobua: “Berusaha Melawan Tengkulak Bersenjatakan Jemuran”


PNPM MPd, Gorontalo – Perjuangan selama satu jam lebih melewati jalan berliku penuh debu serta tanjakan menantang akhirnya berakhir selamat. Dengan mengendarai tiga motor, didampingi Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK), Rico Paramata dan Pendamping Lokal (PL) Kecamatan Tibawa, Hamid Buna, sampai di tujuan yakni dusun 3 desa Ulobua. Target utama kami adalah melihat langsung hasil kegiatan masyarakat berupa 1 Unit Bak Jemuran dan Gudang yang menjadi salah satu aset utama desa Ulobua.

Suasana perdesaan di salah satu sudut dusun desa Ulobua

Suasana perdesaan di salah satu sudut dusun desa Ulobua

Desa Ulobua adalah salah satu desa terpencil yang terletak di perbatasan kecamatan Tibawa. Desa ini pada awalnya hanya merupakan sebuah dusun bagian dari desa Buhu, yang kemudian pada tahun 2010 dimekarkan menjadi satu desa sendiri. Ulobua sendiri berasal dari kata ‘Lobua’ yang artinya pisah atau memisahkan diri. Kawasannya berupa perbukitan dengan kondisi jalan tergolong sulit, sehingga menyebabkan warga desa tidak mudah untuk berhubungan dengan warga desa lainnya. Desa ini tergolong desa tertinggal dengan sebagian besar penduduknya miskin. Namun disisi lain desa ini memiliki kelebihan yakni kondisi lahan pertaniannya yang amat subur. Umumnya warga desa adalah petani atau buruh tani (Dokumen RPJMDes Ulobua).

Salah satu target dari kunjungan kami adalah melihat secara langsung hasil pekerjaaan masyarakat berupa bak jemuran dan gudang. Proyek ini merupakan pekerjaan kegiatan masyarakat yang didanai Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) Tahun Anggaran 2013 dengan total anggaran mencapai Rp. 146.219.700,- Dikerjakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Ulobua selama 90 hari kalender kerja.

Selain Kelapa dan Kedelai, komoditas andalan lainnya dari desa Ulobua adalah Jagung, Cengkeh, Kemiri, dll

Selain Kelapa dan Kedelai, komoditas andalan lainnya dari desa Ulobua adalah Jagung, Cengkeh, Kemiri.

Seperti yang diceritakan oleh Uri Jama, yang merupakan anggota Tim Pengelola dan Pemelihara Prasarana (TP3) , usulan ini dilatar belakangi oleh pemikiran bahwa sebagian besar warga desa Ulobua memiliki mata pencaharian sebagai petani. Beberapa komoditas yang menjadi andalan bagi petani di desa Ulabuo seperti jagung, kelapa, kedelai, cengkeh, kemiri, dll. Salah satu masalah utama yang ditemui selama ini adalah sulitnya akses memasarkan hasil pertanian untuk dijual ke pasaran di kota. Kondisi ini mengingat letak desa yang terpencil serta kondisi jalan yang banyak rusak sehingga tidak mudah untuk menjual hasil pertanian atau perkebunan ke kota. Apalagi ketika musim penghujan tiba, kondisi jalan semakin ekstrim, memerlukan kesabaran, perjuangan ekstra keras dan keberanian untuk menembus desa Ulobua dan beberapa desa lainnya sampai tiba di kota. Dalam kondisi yang paling buruk maka hasil pertanian dapat tertahan di desa selama berhari-hari , tidak terjual ke kota, dapat membusuk sehingga mengakibatkan para petani semakin merugi. Biasanya ketika kondisi seperti itu terjadi para tengkulak menawarkan jasanya. Dengan kemampuan yang mereka miliki maka para tengkulak mulai merayu para petani untuk segera langsung menjual hasil pertaniannya kepada mereka. Akhirnya dengan pertimbangan dari pada merugi karena hasil pertanian dapat rusak jika dibiarkan terlalu lama di desa, maka para petani menjual hasil pertaniannya dengan harga yang murah.

Selanjutnya untuk mensiasati kondisi di atas, warga desa Ulobua pada tahun 2013 mengusulkan pembuatan bak jemuran dan gudang, setelah sebelumnya di tahun 2012 sukses mengerjakan pembuatan jalan desa. “Kami mengusulkan kegiatan ini untuk melawan ketergantungan kepada tengkulak. Dengan bak jemuran dan gudang, maka kami dapat lebih dahulu menjemur hasil-hasil pertanian kami dan kemudian menyimpannya di dalam gudang. Dalam situasi cuaca yang buruk maka kami untuk sementara dapat menyimpan terlebih dahulu dengan aman sehingga tidak ada alasan bagi kami untuk segera menjualnya ke tengkulak karena takut rusak.” Seperti yang dituturkan langsung oleh pak Uri yang juga merangkap sebagai Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD).

Bak jemuran dan gudangyang merupakan usulan masyarakat melalui PNPM MPd tahun 2013

Beberapa petani sedang menjemur Kedelai dan Kelapa. Bak jemuran dan gudang merupakan usulan masyarakat melalui PNPM MPd tahun 2013

Sebagaimana yang diketahui desa Ulobua baru mulai tahun 2012 mendapatkan beberapa bantuan kegiatan untuk masyarakat seperti dari PNPM MPd dan PNPM Integrasi untuk pembuatan jalan desa, bantuan Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPKP) dari PNPM MPd, dan peningkayan layanan kesehatan, pendidikan dari PNPM Generasi Sehat Cerdas (GSC). Selanjutnya pada tahun 2013 desa ini mendapatkan kembali Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) untuk kegiatan pembuatan bak jemuran dan gudang, serta bantuan peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan dari PNPM GSC.

Kontribusi PNPM MPd di desa Ulobua dari tahun 2012 - 2013

Kontribusi PNPM MPd di desa Ulobua dari tahun 2012 – 2013

Dengan semakin meningkatnya jumlah bantuan kepada masyarakat melalui PNPM , warga desa berharap akan semakin banyak pula infrastruktur desa yang dibangun seperti jalan desa, bak jemuran, gudang, dll. Dengan infratruktur desa yang baik diharapkan akan semakin mempermudah warga desa yang mayoritas petani untuk memasarkan hasil pertaniannya ke kota. Muaranya adalah warga akan meningkat penghasilannya sehingga dapat memperoleh kehidupan yang lebih baik melalui sektor pertanian. Kenyataannya memang masih amat banyak infrastruktur yang di butuhkan di desa ini. Seperti yang disampaikan oleh anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) Ulobua, Ishak Ashari, selain perbaikan atau peningkatan jalan desa, prasarana/sarana seperti bak jemuran dan gudang juga masih dibutuhkan, mengingat desa ini baru memiliki satu unit bak jemuran dan gudang, yang dalam pemanfaatannya pun perlu ada kesepakatan pengaturan yang baik diantara warga yang menggunakan. Bersukur pada tahun 2014 ini desa Ulobua akan ketambahan lagi satu unit bak jemuran dan gudang yang akan didanai melalui MP3KI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia)

Di tahun 2014 ini rencananya desa Ulobua akan dibuatkan kembali 1 unit Bak Jemuran dan Gudang melalui MP3KI

Di tahun 2014 ini rencananya desa Ulobua akan dibuatkan kembali 1 unit Bak Jemuran dan Gudang melalui MP3KI

MP3KI adalah program nasional yang diluncurkan di tahun 2014 ini oleh pemerintah pusat dalam rangka mempercepat dan memperluas pengurangan kemiskinan di Indonesia. Sebanyak 436 kecamatan di seluruh Indonesia mendapatkan alokasi BLM. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal (BPM-PDT) Provinsi Gorontalo, Risjon Sunge mengatakan, dari alokasi dana program MP3KI, Provinsi Gorontalo mendapatkan jatah sebanyak 10 kecamatan yang tersebar di 4 kabupaten, diantaranya kabupaten Gorontalo (6 kecamatan), Boalemo (2 kecamatan), Pohuwato (1 kecamatan), dan kabupaten Gorontalo Utara (1 kecamatan) dengan total alokasi mencapai Rp. 33,364 Milyar. “MP3KI memiliki strategi utama diantaranya mewujudkan sistem perlindungan sosial nasional yang menyeluruh, terintegrasi dan mampu melindungi masyarakat dari kerentanan dan goncangan, meningkatkan pelayanan dasar bagi penduduk miskin dan rentan sehingga kualitas sumber daya manusia dapat terus menerus ditingkatkan dan mengembangkan penghidupan berkelanjutan bagi masyarakat miskin dan rentan melalui berbagai kebijakan dan dukungan di tingkat lokal, regional dan nasional dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan,” ungkap Risjon yang juga ketua satker PNPM MPd. (Jurnal Gerbang, Edisi 21: April 2014, Tahun ke 4).

Jika dilihat dari kondisi lapangan, termasuk di desa Ulobua, maupun di desa-desa lainnya di Provinsi Gorontalo, selain patut disukuri dengan semakin banyaknya pelaksanaan kegiatan pembangunan prasarana/sarana desa melalui PNPM, maka yang selanjutnya menjadi prioritas kebutuhan adalah bagaimana mengelola dan memelihara berbagai aset desa yang sudah selesai dibangun agar pemanfaatannya semakin optimal dan panjang pemakaiannya. Perlu difungsikan TP3 sebagai salah satu unit strategis kelembagaan yang ada di desa. Jadi tidak hanya sekedar ‘Bangga Membangun Desa’ tapi lebih dari itu adalah ‘Bangga Membangun dan Memelihara Desa’. (DARogi/KIE)

Kategori:04. Artikel
  1. kardina
    September 24, 2014 pukul 2:20 pm

    mantap pak….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: