Beranda > 03. Peningkatan Kapasitas > Fasilitator Perguliran dan Pengembangan Usaha (F-PPU) dan Penguatan Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPKP)

Fasilitator Perguliran dan Pengembangan Usaha (F-PPU) dan Penguatan Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPKP)


Kemampuan olah data di komputer menjadi urusan wajib bagi Fasilitator

Kemampuan olah data di komputer menjadi urusan wajib bagi Fasilitator

PNPM MPd, Gorontalo – Masih terkait kegiatan seleksi aktif F-PPU, sebagaimana informasi dari PNPM MPd Provinsi Gorontalo tentang perkembangan Simpan Pinjam Kelompok Perempuan atau SPKP  yakni jumlah kelompok yang dilayani oleh dana bergulir PNPM MPd  mencapai 6.605 kelompok, yang terdiri dari berbagai jenis kegiatan seperti Aneka Usaha/Jasa, Usaha Bersama, dan Simpan Pinjam, baik itu SPP maupun Campuran. Dengan tingkat perkembangan kelompok terdiri dari kategori Pemula sebesar 993 kelompok, Berkembang 5.324 kelompok, dan Matang/Siap mencapai 191 kelompok. Sehubungan dengan kondisi tersebut, memahami besarnya tugas dan tanggungjawab dari fasilitator keuangan kabupaten dan besarnya dana yang dikelola UPK, dipandang perlu untuk menempatkan 1 (satu) orang fasilitator perguliran dan pengembangan usaha (F-PPU) di seluruh kabupaten Indonesia termasuk Provinsi Gorontalo. F-PPU mempunyai tugas pokok untuk memfasilitasi penguatan kegiatan dana bergulir di UPK serta kegiatan simpan pinjam dan pengembangan usaha di kelompok-kelompok.

Terkait kebutuhan di atas maka ruang lingkup tugas dan fungsi utama F-PPU adalah melakukan fasilitasi untuk penguatan kelompok simpan pinjam (SPP) dan kelompok usaha ekonomi produktif, dengan rincian sebagai berikut:
1. Melakukan review terhadap bantuan teknis kelembagaan dana bergulir yang mencakup perencanaan, administrasi dan pelaporan pengelolaan dokumen administrasi, laporan khusus dana bergulir, dan pengelolaan kegiatan dana bergulir, serta fasilitasi penguatan kelompok
2. Melakukan pemeriksaan pengelolaan dana bergulir
3. Melakukan supervisi sistem pengelolaan dana bergulir dan pelaporan dana bergulir
4. Mengidentifikasi, memetakan, serta melakukan telaah terhadap potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan menjadi usaha ekonomi bagi kelompok penerima dana bergulir (tehnik pengolahan dan produksi, pemasaran dan keberlanjutan usaha)
5. Membuat rencana peningkatan kapasitas untuk penguatan pengelolaan keuangan dana bergulir di UPK, pengembangan usaha kelompok SPP dan kelompok UEP
6. Memberikan bantuan teknis kepada PL dan UPK dalam mendorong pertumbuhan kelompok baru
7. Memfasilitasi jaringan kerja sama (penguatan kelembagaan dana bergulir dan kelompok) dengan lembaga pembiayaan, lembaga penyedia program dan sebagainya dalam peningkatan permodalan dan pengembangan usaha kelompok
8. Melakukan evaluasi kondisi UPK dan kelompok
9. Mendorong pemerintah daerah untuk memberikan dukungan dan kebijakan terkait dengan pengembangan kegiatan dana bergulir

Seperti yang pernah disampaikan sebelumnya (Jurnal Gerbang Desa, edisi April 2014), menurut Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal yang juga selaku ketua Satker PNPM MPd Provinsi Gorontalo, Risjon Sunge, secara kualitatif output dari SPKP antara lain mendorong peningkatan aktifitas produktif perempuan yang mampu menggerakan sektor ekonomi di perdesaan.
“Perempuan melalui SPKP berhasil memiliki modal untuk mengembangkan usaha tanpa meninggalkan fungsi sosiologisnya sebagai ibu. Banyak anggota SPKP yang berhasil membangun embrio bisnis keluarga untuk menambah rasio peningkatan pendapatan keluarga,” kata Risjon Sunge.

Danny Rogi (Sp.IEC)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: