Beranda > 04. Artikel > Tiga Tersangka Korupsi Boalemo Ditahan

Tiga Tersangka Korupsi Boalemo Ditahan


Terkait Dugaan Penyimpangan Dana PNPM Perdesaan Dulupi

Gorontalo Post, 12 April 2013

rupiahDana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan yang seharusnya diperuntukkan untuk masyarakat kecil. Namun, di Desa Tangga Jaya, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo dana PNPM Perdesaan Tahun Anggaran 2011 sebesar Rp. 310 juta justru disalahgunakan. Padahal, dana tersebut diperuntukkan pembangunan jembatan dan plat duiker. Untuk itu Unit Tipikor Polres Boalemo yang mengungkap kasus tersebut, menjebloskan tiga tersangka ke Lembaga Pemasyarakatan, Boalemo Kamis (11/4).

Kapolres Boalemo AKBP Ulami Sudjaja ketika dikonfirmasi melalui Kasatreskrim Isa Lawani SE mengatakan, tiga tersangka yang ditahan dalam dugaan korupsi PNPM Perdesaan Boalemo itu diantaranya : SM alias Semuel selaku ketua TPK (Tim Pemelihara Kegiatan) Desa Tangga Jaya, MM alias Muzna Direktur CV Sahara, dan ZD alias Zulaiha selaku pihak sub kontraktor CV Sahara.

Ketiga tersangka itu ditahan setelah menjalani pemeriksaan secara marathon di ruang Unit Tipikor selama tujuh jam mulai dari pukul 09.00 hingga pukul 16.00 wita. Ketiganya digelandang ke LP Boalemo sebagai tahanan titipan penyidik Tipikor Polres Boalemo.

Lebih lanjut Isa Lawani menguraikan kronologis kasus dugaan korupsi dana PNPM Perdesaan, bermula dari adanya pekerjaan jembatan dan plat duiker di Desa Tangga Jaya Kecamatan Dulupi Kabupaten Boalemo. Dana yang dialokasikan untuk pekerjaan jembatan dan plat duiker itu senilai Rp.310,162,100. Indikasi penyimpangan dana dalam kasus ini yakni Direktur CV Sahara bernama Muzna selaku rekanan telah menerima pembayaran dari TPK Desa Tangga Jaya. Namun, Muzna tidak mengadakan bahan material seperti semen, besi , dan lain sebagainya sehingga pekerjaan jembatan dan plat duiker tersebut tidak dapat dilaksanakan. Akibat perbuatan ketiga tersangka itu maka Negara mengalami kerugian sebesar Rp.75,636,500. Jumlah kerugian Negara ini berdasarkan hasil perhitungan Tim Investigasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Gorontal. Sementara pasal yang disangkakan kepada ketiga tersangka tersebut ditegaskan Isa Lawani yakni dijerat dengan pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 UU No.20 Tahun 2001 tentan Pemberantasan Tipikor pasal 55 ayat (1) KUHP. “Kami dalam hal ini penyidik masih mendalami kemungkinan ada tersangka lain yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek tersebut. Untuk alasan penahanan tiga tersangka sendiri karena dikhawatirkan tersangka akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatan yang sama. Hal ini sebagaimana ketentuan pasal 21 KUHAP tentang penahanan tersangka”, tandas mantan Kapolsek Telaga ini.

Kategori:04. Artikel
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: